Loyalitas tidak berguna?

Loyalitas tidak berguna?
Inter Milan berhasil mengalahkan Barcelona dalam penyisihan group UEFA Champions League tadi malam dengan Score 1-0, ada salah satu hal yang menarik, yakni dipercayanya kiper ke 2 Inter si Onana khusus untuk liga Champion, sedangkan si Handanovic dapat bagian di Liga Italia. Ternyata dengan performa yang keren dibawah mistar gawang inter si Onana ini dapat dukungan rekan-rekannya dan juga fans untuk bisa jadi Kiper Utama Inter Milan menggantikan Handanovic, padahal Onana baru masuk bulan Juni kemarin sedangkan Handanovic sudah di Inter sejak 2012 10 tahun mengabdi sebagai kiper utama.

“Pengen Naik Gaji”

Coba bayangkan kalau hal ini diaplikasikan didalam dunia profesional pekerjaan kita. Orang-orang yang sudah menurun performanya akan digantikan sama orang-orang baru yang masih fresh, masih energik, masih bersemangat, yang berarti Loyalitas sudah bukan menjadi faktor utama lagi dalam mempertahankan pegawai.

Berarti gak adil dong buat orang-orang yang setia sama perusahaan?

Memang hal ini terlihat tidak adil, tetapi untuk membuat perusahaan terus berkembang salah satu yang bisa dilakukan ya model seperti diatas, bagi siapa yang sudah tidak perform atau sudah tidak memberikan dampak buat perusahaan sudah waktunya untuk siap digantikan.

Lalu apa yang bisa dilakukan supaya bisa tetap bertahan, cuma satu, yaitu memberi dampak untuk perusahaan!

Apa yang Handanovic bisa lakukan sekarang ketika posisi nya sudah digeser sama anak baru, ada 3 pilihan ; yang pertama pensiun atau yang kedua pindah tim yang lebih kecil dan berjuang menjadi kiper utama lagi yang dimana ini juga gak akan bertahan lama atau yang terahir upgrade skill untuk bisa jadi pelatih ataupun masuk ke management Inter milan.

Sama dengan kita, kalau kita merasa loyalitas itu masih dianggap sebagai faktor utama untuk kita tetap bisa bekerja terus di perusahaan sebaiknya pandangan tersebut segera digeser atau diganti, jamannya sudah berubah, bukan perusahaan yang besar yang bertahan tapi perusahaan yang gesit, cepat, dan adaptif yang bisa bertahan. Gimana mau cepat dan gesit kalau karyawannya masih ogah ogahan untuk belajar skill baru dan cuma berpegang sama loyalitas dan merasa aman.

So, gimana dengan perusahaan mu? apa Loyalitas masih jadi ukuran utama penilaian?

kecuali kalau ini perusahaan keluargamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.