You should read

You should read, kamu harus baca!!

Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca!

CCSU: Indonesia ranking 60 dari 61 negara!

‘World’s Most Literate Nations’ yang diumumkan pada Maret 2016, produk dari Central Connecticut State University (CCSU).

CCSU merilis peringkat literasi negara-negara dunia pada Maret 2016. Pemeringkatan perilaku literasi ini dibuat berdasar lima indikator kesehatan literasi negara, yakni perpustakaan, surat kabar, pendidikan, dan ketersediaan komputer.

Indonesia berada di urutan 60 dari 61 negara yang disurvei. Indonesia masih unggul dari satu negara, yakni Botswana yang berada di kerak peringkat literasi ini. Nomor satu ada Finlandia, disusul Norwegia, Islandia, Denmark, Swedia, Swiss, AS, dan Jerman.

Padahal katanya Buku adalah jendela Dunia! Dengan data diatas berarti menunjukan kalau negara kita adalah negara tanpa jendela, atau jendelanya udah ketutup dan cuma terbuka sedikit sekali. Bagaimana mau membahas tentang teknologi ataupul hal lain yang berhubungan dengan kemajuan dunia kalau minat baca kita saja kecil sekali, yang ada cuma baca judul lalu terprofokasi memberi label yang salah!

Kamu harus baca, mulai dari sekarang kamu harus baca! Baca apa saja, dimulai dari hal yang simpel hingga nantinya waktu scrol medsosmu diganti dengan membaca buku.

Memang sih gak bisa disalahkan semua kepada kita warga negara Indonesia kenapa gak suka baca, ada andil pihak lain dalam hal ini pemerintah juga yang secara tidak langsung membuat kita jadi malas membaca. Seperti yang disampaikan Inisiator Pustaka Bergerak, Nirwan Ahmad Arsuka, terang-terangan tak setuju dengan cap bahwa anak-anak Indonesia adalah anak-anak yang malas membaca buku. Menurutnya ada 4 hal yang membuat anak Indonesia malas membaca, yakni

  1. Akses buku yang susah.
    Hal ini ditunjukan dengan data jumlah perpustakaan SD terdata sekitar 61,45 persen dari seluruh jumlah sekolah, tetapi hanya 19 persen di antaranya dalam kondisi baik; SMP sebanyak 76,25 persen dan hanya 22 persen dalam kondisi baik; SMA sekitar 76,40 persen dan hanya 33 persen dalam kondisi baik; SMK sejumlah 60,34 persen dan hanya 27 persen dalam keadaan baik ; tingkat ketersediaan perpustakaan secara nasional baru terpenuhi 20 persen, yakni baru 154.359 perpustakaan dari rasio kebutuhan sebesar 767.951 perpustakaan. Jumlah toko buku juga sedikit sekali dan semakin sedikit dan juga letak perpusda dan toko buku juga biasanya di tengah kota.
  2. Kualitas Buku yang kurang!
    “Buku-buku terbitan P dan K (Kementerian/ Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) itu materinya tidak menarik, ditulisnya juga tidak menarik, banyak ceramahnya, sehingga malah merusak imajinasi anak,” kritik Nirwan terhadap kualitas ‘buku proyekan’ pemerintah, meski dia mengakui ada pula buku-buku bagus terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Banyak anak yang lebih suka buku terjemaan dari luar, sehingga mereka lebih kenal hewan luar dari pada hewan asli indo, beruang kutub dibanding elang jawa.
  3. Peran Pemerintah
  4. Rendahnya perilaku baca buku dibanding dengan mengakses jenis media lain.

Lalu bagaimana supaya kita, akudan kamu akhirnya mau baca buku dan menjadi sesuatu yang kita suka?

  1. Pilih buku yang kamu suka
    Apa yang kamu suka, cari bukunya, dan baca! Bisa tentang hoby, tentang passion, ataupun novel.
  2. Buat Jadwal
    Coba buat jadwal yang rutin tiap hari, mulai dari 5menit per hari baca buku.
  3. Ciptakan suasananya
    Saat membaca, ciptakan suasana yang mendukung, entah dengan sambil mendengarkan lagu-lagu kesukaan, atau menyalakan bebauan yang membuat suasana lebih tenang, atau setting penerangan di kamar yang mendukung.
  4. Cari Partner
    Cari teman baca! entah pasanganmu, rekan kerja, atasan, bawahan, siapapun yang mau baca bareng.
  5. Bawa buku dalam tasmu
    Bawa selalu buku dalam tasmu, sehingga saat ada waktu senggang bisa buka buku daripada buka medsos!
  6. Buku tidak harus dibaca Semua!
    Jangan merasa bersalah ketika tidak bisa menyelesaikan 1 buku penuh. Karena buku tidak harus diselesaikan atau dibaca semua bagiannya. Mulai aja dulu dari daftar isi, cari hal-hal yang menarik, dan langsung aja ke bagian tersebut.

Yuk baca buku..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.