Kelompokmu, Kecepatanmu

Kelompokmu, Kecepatanmu!

Pernah gak sih kamu naek motor pagi menuju kampus atau kantor dalam posisi keburu-buru, tapi jalanan rame?

Kesel gak sih kalau liat motor-motor sekitar kita gak bisa tancap gas, sehingga kitanya juga terhambat? dan akhirnya kita juga gak bisa gas poll, cuman bisa mengikuti kecepatan rata-rata mereka.

Terlambat juga sampai kampus ato kantor.

Sadar gak kalau segerombolan motor tadi itu seperti lingkungan sekitar kita sekarang ini, dimana kadang kita dikelilingi oleh lingkungan yang terlalu santai, tidak ada hasrat lebih untuk tancap gas, padahal kita sebenarnya pengen tancap gas tapi karena terhalang yang lain jadinya keadaan tersebut akhirnya membuat kitanya juga menurunkan kecepatan dan ritme hidup kita.

Di akhir kamu mulai menyesali kemana aja kamu selama ini, ketika melihat motor-motor lain diluar gerombolan mu sudah sampai tujuan nya masing-masing, sedangkan kamu masih terjebak macet ditengah jalan.

so gimana caranya kamu bisa “keluar” dari gerombolan tersebut biar bisa segera gas poll lagi. Ada 3 cara yang bisa kamu gunakan,

  1. Tabrak-tabrak aja
    Sangat ekstrim sih ini kalau dilakukan, tapi tetap bisa dilakukan untuk anda keluar dari gerombolan itu, walau kemudian dikejar sama gerombolan tersebut..hehehe
    Sama dengan kamu mau keluar dari lingkungan mu yg terlalu santai langsung keluar aja dengan tidak baik-baik., bisa sih keluar, tapi akibat setelahnya rusak hubungan persaudaraan.
  2. Klakson terus-terusan sambil teriak-teriak “Minggir-minggir!!”
    Motor lain jadi perhatiin kamu dan beri jalan buat kamu mendahului, walaupun mereka akan berkata-kata kasar ataupun mendoakan kamu cilaka karena membuat mereka risih.
    Kalau dalam hubungan mu dengan kelompokmu, hal ini sama dengan keluar dengan banyak koar-koar! atau bahkan dengan menjelek-jelekkan gerombolanmu sebelumnya.
  3. Kurangi kecepatan sampai keluar gerombolan
    Cara ini mungkin cara yang paling nyaman buat semua, kurangi kecepatan sampai berhenti bahkan, biarkan mereka lewat dulu. Setelah itu coba cari jalan lain atau kelompok lain yang lebih kencang larinya.
    Kurangi kecepatan sama halnya dengan pelan-pelan keluar dari kelompokmu, keluar dengan baik-baik, dan coba cari kelompok lain atau jalan lain yang lebih cepat untuk mencapai tujuanmu.

So, hati-hati dengan lingkunganmu, baik lingkungan kerja, lingkungan tongkrongan, ataupun lingkungan yang lain. Siapa tau kondisi kamu sekarang yang masih sama aja seperti 10 tahun lalu bukan sepenuhnya salahmu, bisa jadi karena salah masuk kelompok.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.